IKAN BERKEPALA TRANSPARAN


Ikan ini mempunyai kepala seperti kokpit pesawat tempur, dengan mata seperti silinder yang sangat sensitif dan di atasnya lensa-lensa bulat berwarna hijau. Ikan ini ditemukan hidup-hidup di kedalaman laut di lepas pantai tengah California oleh Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) dan ini yang pertama kali ditemukan.





Di depan mata silinder ikan Pasifik ini bukanlah mata melainkan organ penciuman. Mata seperti silinder keabu-abuan itu berada di bawah kubah hijaunya yang berfungsi memfilter cahaya. Gambar di atas memperlihatkan matanya yang mengarah ke atas - lebih baik untuk melihat mangsanya di kegelapan laut dalam. Peneliti menemukan bahwa mata itu dapat bergerak berputar pada sumbunya (pivot).


Ikan ini kadang mencuri ikan dari siphonophora - jelli yang bisa tumbuh hingga panjang lebih dari 33 kaki (10 meter) - lihat gambar di atas.
Sirip-sirip horisontalnya membuatnya mampu berenang dengan hati-hati di antara tentakel-tentakel bersengat dari siphonophora. Jika sedikit meleset, pelindung seperti helm di kepalanya bisa melindungi matanya.


Ikan ini hidup di kedalaman 2000 kaki (600 meter) di bawah permukaan laut, dimana air lautnya hampir pekat. Ikan ini diketahui banyak menghabiskan waktunya dengan diam saja, tak bergerak dengan mata mengarah ke atas. Semacam lensa berwarna hijau di atas tiap matanya memfilter cahaya matahari, membuat ikan ini bisa memfokuskan pada cahaya dari jelli-jelli kecil atau mangsa lain yang lewat di atasnya. Lalu matanya akan berputar ke depan untuk mengikuti mangsanya, dan membantu mendapatkannya.


0 comments:

IKAN TERBANG !!

Pernah lihat ikan terbang? Ikan ini tidak hanya melompat keluar dari permukaan air tapi juga mampu melayang hingga jarak 200 meter bahkan bersama-sama bisa membentuk formasi terbang sejauh 400 meter.




Ikan terbang menggunakan tubuh aerodinamisnya untuk menembus permukaan air pada kecepatan tinggi dan siripnya yang besar dan aneh berfungsi seperti sayap untuk menjaganya tetap melayang di atas gelombang.

Ikan terbang sesungguhnya bukanlah hewan terbang, seperti burung, tapi hanya melayang saja. Ikan terbang dengan mudah dapat menempuh jarak hingga 200 meter atau lebih dan dapat mencapai ketinggian yang cukup untuk - secara tidak sengaja - nangkring di dek-dek kapal laut.

Alasan pertama ikan terbang yang memiliki 40 atau lebih spesies ini hingga terbang adalah karena aksi melarikan diri atau menghindar dari para predator laut seperti ikan-ikan mackerel, tuna, swordfish dan marlin. Meski demikian ikan ini juga berhati-hati terhadap ancaman paruh burung-burung di atasnya, di samping ikan ini juga diburu oleh nelayan-nelayan di Jepang dan Barbados untuk santapan.

Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.

Pada beberapa spesies ikan terbang sayap di bagian dadanya juga dibantu sayap di bagian belakangnya, sehingga jenis yang bersayap empat ini lebih hebat beratraksi di udara. Meski kemampuan terbangnya tidak jauh, ikan terbang bisa melakukan terbang bersama, dengan membentuk formasi unik untuk menempuh jarak hingga 400 meter.

Lihat saja atraksi ikan terbang pada video di bawah ini:



Video di atas direkam di perairan Jepang dan merupakan "penerbangan" ikan terbang terlama yang pernah direkam. Dengan waktu 45 detik bukan saja luar biasa tapi mungkin saja menunjukkan batas kemampuan fisiknya dimana saat di udara ikan ini tidak bisa bernafas. Insangnya juga ternyata sama luar biasanya dengan siripnya.


0 comments: